Monday, December 31, 2018

Jangan Gagal Paham, PTSL Tetap Membayar Sesuai SKB Tiga Menteri



SiagaNews || Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) yang sebelumnya biasa disebut Prona tengah digencarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sayangnya, sebagian warga masyarakat selaku pemohon masih gagal paham. Dimana para pemohon/warga masih mengira PTSL tersebut gratis tanpa dipungut biaya seperti Prona.

Padahal merujuk kepada ketetapan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tetap dikenakan biaya sebesar Rp 150 ribu. Dan itupun masih ditambah biaya lagi sesuai kebijakan pemerintah daerah dalam tanda kutip sebagai operasional yang nilainya tidak lebih dari Rp 150 ribu.

Seperti yang dijelaskan dalam SKB Tiga Menteri Nomor: 25/SKB/V/2017, Nomor: 590-3167A Tahun 2017, Nomor: 34 Tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis. Adapun biaya Rp 150 ribu per bidang yang dimaksudkan untuk pembelian patok 3 buah, materai 1 lembar dan adminitrasi serta transportasi aparat desa.

“Ada biaya yang dikenakan pada PTSL setiap bidangnya dan itu sudah kami sosialisasikan ke masyarakat selaku pemohon sehingga jangan sampai gagal paham,” terang Murtoyo Kasi Hukum Pertanahan BPN Ngawi, Sabtu kemarin, (29/12/2018).

Melihat besarnya manfaat PTSL tersebut, beber Murtoyo menginstruksikan semua pihak seperti camat, kepala desa dan warga di wilayah Kabupaten Ngawi untuk membantu percepatan proses pensertifikatan tanah-tanah masyarakat lewat program PTSL.

Mengingat untuk tahun 2018 ini PTSL sasaranya sangat terbatas yakni hanya mampu mencover 24 desa dari 8 wilayah kecamatan meskipun ada kenaikan dua kali lipat lebih dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun 2017 hanya tercatat 26 ribu bidang tanah yang didaftarkan melalui PTSL namun kali ini ada 63 ribu bidang tanah. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: