Friday, December 7, 2018

Catatan Pena Kecil, Galaknya Dewan Ngawi Semprot Proyek Nakal

SiagaNews || Keberadaan wakil rakyat yang pastinya mempunyai peran besar mengaktualisasikan kehendak masyarakat bukan sekedar datang, absen pulang dan tanggal muda gajian. Dekat dengan kritikan pedas sarat dengan polemik permasalahan yang terus terjadi baik masalah sosial, ekonomi hingga yang 'ngetrend' proyek rakyat.


Tidak ada kata 'sungkan' alias canggung memplototi keberadaan proyek pemerintah yang konon banyak menyimpang. Kini, ada catatan kecil menggelitik kuping masyarakat akibat proyek yang tidak pernah tuntas. Iya, ada apalagi dengan mereka. Iya, ada apalagi dengan uang rakyat untuk siapa. 

Seperti terlihat dalam penghujung akhir tahun 2018 ini Komisi IV DPRD Ngawi terus disibukan dengan sidak proyek yang dicap 'berstempel' molor dari jadwalnya. Bukan itu saja, proyek yang asal kelar tanpa hasil memuaskan pun turut dicatat tinta merah plus nilai jeblok. Akibatnya pun jelas, revisi ulang atau kata lain harus diperbaiki lagi. Mengingat semuanya itu bersumber dari uang rakyat untuk rakyat.

Bukti nyata didepan mata, bukan mengada-ada. Pertama proyek Tugu Kartonyono setelah usai masa pengerjaan langsung banjir kritikan. Bukan tanpa sebab, tugu yang sejatinya dibuat ikon Ngawi hasilnya sangat tidak memuaskan. Mendasar rekomendasi sidak sang wakil rakyat (Komisi IV DPRD Ngawi) harus dipermak ulang baik lapisan tugu maupun cat. Karena proyek yang berada tepat dijantung Kota Ngawi itu tidak kecil nilainya. 

Dan kedua, lagi-lagi masalah proyek terjadi seolah lempar handuk sebelum aksi. Sebut saja proyek Taman Sukowati senilai Rp 2 miliar lebih terancam gagal rampung diakhir tahun. Fenomena apakah ini, untuk menjawabnya Komisi IV dewan setempat dibawah komando Slamet Riyanto pun ambil tugas gelar lapangan.

Tragis, hasil ceklist pada saat sidak proyek dibawah kendali Dinas Lingkungan Hidup itu baru mencapai progres 39,04 persen terhitung 5 Desember 2018. Sang pemborong bak uji nyali, dalam hal ini CV Sugihwaras yang bertanggungjawab penuh atas proyek taman itu tidak berani nongol. Terbukti, saat hearing yang digelar Komisi IV DPRD Ngawi pada Jum'at, 07 Desember 2018, keberadaan Direktur CV Sugihwaras tidak nampak diatas kursi. Terus kemana dia ?

Lepas persoalan itu kata Slamet, pihaknya bersikap tegas tidak mau setengah nyali. Dewan mengultimatum Dinas Lingkungan Hidup untuk memutus kontrak dengan rekanan nakal itu. Menyusul sesuai batas kontrak pengerjaan proyek taman harus tuntas pada 12 Desember 2018. Waktu mepet bukan kalau ingin mengejar target. Jelas jawabanya yakni tidak akan mungkin.

Katanya lagi, CV Sugihwaras sudah menerima DP senilai 30 persen dari nilai kontrak. Wow, kalau benar demikian dewan seharusnya pamer taring bukan sekedar kuku tajam. Sayang, dalam rekomendasinya hanya dihitung nilai duit yang digondol dengan capaian volume yang digarap. Ditambah jika kwalitas jauh dari harapan harus dibongkar ...kar. Masak hanya sebatas itu, seharusnya dewan berpikir mereka dipilih bukan dilotre low. Uang rakyat harus diselamatkan ya. (Pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: