Thursday, October 25, 2018

Pilkada Ulang Sampang Rawan Masalah Polres Ngawi Kirim Pasukan

SiagaNews || Sebanyak 86 personel kepolisian Polres Ngawi dikirim ke Kabupaten Sampang, Madura, terlibat BKO guna membantu pengamanan pemungutan suara ulang di daerah tersebut yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2018 mendatang. Puluhan personel yang dikirim terdiri 83 personel brigadir dan sisanya perwira.


Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu usai melepas pasukan menegaskan, penempatan pasukan ke Sampang ada perbedaan terkait penyelenggaraan Pilkada serentak yang telah digelar pada 27 Juni 2018 lalu. Kerawanan terjadi pascapelaksanaan pemungutan suara dan terlebih sesudah penghitungan suara.


“Tadi sudah kita tekankan setiap personel yang bertugas disana (Sampang-red) untuk menjalankan tugas dengan baik. Agar pelaksanaan pemungutan suara ulang di Sampang bisa berjalan kondusif tanpa ada gangguan keamanan,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Rabu, (24/10).


Sebagaimana diketahui, bahwa duet pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Sampang, Hermanto-Suparto mengajukan gugatan terkait perselisihan hasil Pilkada Sampang ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pasangan ini meraih 252.676 suara, kalah dari pasangan Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat merebut 257.121 suara yang berarti ada selisih 4.445 suara.


Kemudian Hermanto-Suparto mensinyalir telah terjadi pelanggaran dalam proses Pilkada Sampang dan membawanya ke meja hijau MK. Dalam putusannya, majelis hakim MK yang diketuai Anwar Usman mengabulkan gugatan paslon Hermanto-Suparto dan memerintahkan KPU untuk menggelar pemilihan suara ulang Pilkada Sampang dengan mendasarkan pada DPT yang telah disempurnakan.


Sementara itu DPT sebelumnya, dinilai majelis hakim MK sebagai tidak valid dan tidak logis. Sebab, jumlah penduduk Kabupaten Sampang berdasarkan DAK2 Semester I Tahun 2017 per 30 Juni 2017 hanya berjumlah 844.872 jiwa, sedangkan DPT sebanyak 803.499 orang. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: