Thursday, October 25, 2018

Kata Dewan, Nasib 10 Tenaga K2 Asal Ngawi Jelas Batal Jadi PNS

SiagaNews || Betul-betul pahit yang dirasakan 10 orang dari 271 tenaga honorer kategori 2 (K-2) di Ngawi ini. Setelah sekian tahun mengabdikan diri menjadi tenaga pendidik (guru) nasibnya bakal kandas ditengah jalan untuk menjadi abdi negara yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui proses CPNS tahun 2018 ini.

Kandasnya nasib tenaga K-2 tersebut setelah Komisi I DPRD Ngawi bersama Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) daerah setempat melurug ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Upaya wakil rakyat itu untuk memperjuangkan nasib semua tenaga K-2 agar mendapatkan kepastian nasib.

Siswanto Sekretaris Komisi I DPRD Ngawi kepada wartawan mengatakan, kandasnya 10 orang tenaga K-2 dari hasil penjelasan BKN lantaran terganjal syarat administrasi khususnya pendataan yang harus dilakukan dan terhitung pada Februari 2012. Asumsi sebelumnya BKPP Ngawi menganggap 10 orang itu telah memenuhi syarat sebagaimana yang tertuang dalam Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria CPNS.

“Setelah dari BKN ternyata hasilnya kesepuluh orang itu terkendala masalah pendataan yang diambil. Dan BKPP sebelumnya meyakini bisa tercover sebab dalam Permenpan (Permenpan RB) terhitung Agustus 2013 akhirnya kita tidak bisa berbuat banyak,” kata Siswanto via telepon, Kamis, (25/10/2018).

Namun demikian beber Siswanto, pihaknya meminta kepada BKN maupun Kemenpan RB untuk memikirkan terhadap nasib K-2 lainya. Mengingat status K-2 diberikan oleh pusat bukan daerah. Maka dari itu pemerintah pusat jangan sampai lepas tangan dan bisa dicarikan solusinya. Misalkan, disalurkan menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Sayangnya, pemerintah pusat sendiri hingga sekarang ini belum menerbitkan peraturan pemerintah (PP) untuk memberikan payung hukum mekanisme pengangkatan K-2 menjadi P3K. Dan Siswanto meminta kepada pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah pasti jangan sampai nasib K-2 di ping-pong terus tanpa ada kejelasan. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: