Tuesday, August 7, 2018

Pemerintah Lambat Tangani Pencemaran Bengawan Solo Sebatas Uji Laboratorium

SiagaNews || Pemkab Ngawi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa jadi di cap super lambat dalam mengatasi pencemaran Bengawan Solo. Padahal pencemaran sering terjadi dan hampir setiap tahun waktu musim kemarau.

Terlihat air Bengawan Solo biru gelap hampir sepekan lebih ini. Jika kejadian tersebut terus diumbar bakal mengancam kelangsungan ekosistim didalamnya. Sayang, pemerintah tidak melakukan pencegahan ataupun tindakan yang lebih kongkrit untuk mengantisipasi pencemaran itu.

Kali ini terlihat DLH Ngawi bersama petugas Laboratorium Lingkungan PT Mitralab Buana Surabaya melakukan uji air Bengawan Solo tepatnya di sekitar Jembatan Watualang masuk Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi. Rizky Fauzan Ahmadi dari Laboratorium Lingkungan PT Mitralab Buana mengatakan, pihaknya hanya mengambil sampel air untuk diuji dilaboratorium nantinya.

"Secara umum masih normal tapi untuk kandungan kimia seperti logam maupun yang lainya tunggu hasil uji lab," terang Rizky Fauzan Ahmadi, Selasa, (07/08).

Tandasnya, yang baru bisa diketahui saat ini sebatas Ph menyentuh angka 7,96. Jika dikaitkan dengan limbah tekstil normalnya pada angka antara 6-9.  Ia menyebut limbah yang terbawa arus Bengawan Solo tersebut dari luar Ngawi atau dari hulu. Mengingat di Ngawi sendiri tidak ada satupun industri tekstil yang berkapasitas besar.

Suharno Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Perusakan Lingkungan DLH Ngawi tidak memungkiri kalau toh pengambilan sampel air Bengawan Solo yang tercemar tersebut mendasar laporan warga. Untuk sementara yang diketahui baru sebatas Ph dan suhu air. Sedangkan hasil lain-lainya baru sebulan mendatang akan diketahui.

"Hasilnya baru satu bulan akan kita ketahui apakah kandungan yang didalamnya. Termasuk apakah itu bahaya atau tidak karena aliran sungai ini antar propinsi," beber Suharno. (pr).


SHARE THIS

Author:

0 komentar: