Monday, July 2, 2018

Tentang THR, Beredar Kabar Kurang Sedap Dari Puskesmas Paron


SiagaNews || Mendadak tanpa diketahui pasti penyebabnya beredar kabar kurang sedap dari Puskesmas Paron, Ngawi, tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2018 kemarin. Dalam kabar yang beredar katanya dalam bentuk selebaran yang berisikan tentang keluhan yang dialamatkan langsung ke Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi.

Dengan tembusan kepada Ketua DPRD Ngawi, Bupati Ngawi, Sekda dan Inspektorat Ngawi tertanggal 26 Juni 2016 dan tertanda yang diduga mengatasnamakan karyawan Puskesmas Paron. Dalam isi surat dimaksudkan tersebut antara lain, telah disebutkan sistem pembagian THR tidak sesuai. Penerimaan THR sangat tidak adil dari rincian awal dengan yang dibagikan ada selisih sekitar Rp 20 jutaan.

Dalam surat itu juga dikatakan yang paling menyakitkan lagi adalah hanya dibagi secara intern hanya dengan karyawan yang dekat dengan kapus. Istilah ‘kapus’ apakah itu kepala puskesmas atau istilah lain hingga sejauh ini belum bisa dipastikan.

Parahnya lagi, juga disebut telah terjadi adu domba antar karyawan. Masalah lain yang ditulis dalam surat itu terkait dengan JASPEL atau tentang Jasa Pelayanan. Dimana Jaspel itu diterima namun tidak sesuai dengan SPJ. Semenjak diterima dengan system non tunai disuruh mengembalikan yang jumlahnya diatas 50 persen dari nominal SPJ yang ditandatangani.

Sebagai contoh perawat di UGD dana yang ditransfer ke rekening sekitar Rp 10 jutaan tetapi yang harus dikembalikan ke puskesmas sekitar Rp 9 jutaan. Jadi yang diterima hanya sekitar Rp 1 jutaan. Menanggapi permasalahan terhadap surat selebaran itu Dr Liem Hong Bing selaku Kepala UPTD Puskesmas Paron hanya menjawab terkejut dan hanya terjadi miss komunikasi dengan karyawanya jika tulisan surat itu ditulis oleh karyawanya sendiri.

Ia pun menyebut apabila surat itu otentik ditulis oleh salah satu staf maupun karyawanya ada kemungkinan lantaran kurang paham. Dengan dasar itulah Dr Liem meminta harus ada klarifikasi secara intern. Dan bisa tanya langsung ke dirinya selaku Kepala UPTD Puskesmas Paron.

“Ini tadi kita memang mengumpulkan teman-teman. Kalaupun ada misalnya surat itu tadi betul dari salah satu staf kami mungkin kan karena ada miss komunikasi. Yang selama ini mungkin dia kurang paham dan bisa klarifkasi langsung intern bisa langsung ke saya kalau memang kurang jelas,” terang Dr Liem Hong Bing saat ditemui diruang kerjanya, Senin, (02/07).

Sayangnya, saat awak media melakukan penelusuran lebih lanjut tidak satupun staf maupun karyawanya yang mau berkomentar dengan segala alasan. Rata-rata mereka hanya diam dan bekilah tidak tahu apa-apa. Meski demikian di Puskesmas Paron terlihat pelayanan terhadap pasien tetap berjalan seperti biasanya. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: