Previous
Next

Tuesday, March 12, 2019

LPG Meledak, Warga Kalang Kabut

LPG Meledak, Warga Kalang Kabut

SiagaNews || Ledakan keras terdengar dari Jalan A. Yani Ngawi sekitar pukul 03.45 WIB, Selasa, (12/03/2019), membuat warga sekitar dibuat kaget. Kontan saja kalang kabut berhamburan keluar rumah.

Setelah di cek sumber ledakan berasal dari rumah Handoko Legowo warga Jalan A. Yani no. 74 masuk Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi. Diduga ledakan itu berasal dari gas LPG 12 kilogram.


“Keras banget suaranya sampai bergetar rumah-rumah sekitar sini. Ternyata memang benar dari gas LPG yang meledak,” ungkap Dahlan warga sekitar lokasi kejadian.


Dari kejadian itu jelasnya menimbulkan kerusakan dilokasi sekitar termasuk plafon sebuah mushola ambrol dan kaca cendela pecah. Pasca kejadian tim identifikasi dari Polres Ngawi mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.


Dari hasilnya terlihat polisi mengamankan tabung LPG dan kompor gas. Dari keterangan sementara kejadian itu bermula dari pembantu Handoko Legowo hendak menyalakan kompor gas.


Kemungkinan ada kebocoran dibagian selang ataupun tabung itu sendiri membuat ledakan terjadi. Sampai sejauh ini pihak polisi belum bisa dikonfirmasi akibat ledakan keras tersebut.


Hanya saja ada satu korban dengan kondisi luka terbakar yang dilarikan ke UGD RS Widodo Ngawi. Korban diyakini sebagai Isti (20) salah satu pembantu dari Handoko Legowo. (pr)

Friday, March 1, 2019

Ditinggal Jualan Sayur Di Pasar Walikukun Mobil Amblas

Ditinggal Jualan Sayur Di Pasar Walikukun Mobil Amblas

SiagaNews || Nasib kurang beruntung dialami Ichsan Nur Saleh (34) pedagang sayur asal Dusun Kedungrejo, Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi mobilnya baru saja diembat maling. Peristiwa yang dialami korban terjadi didepan Pasar Walikukun masuk Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi sekitar pukul 02.30 WIB, Jum’at, (01/03/2019).


“Usai kejadian korban (Ichsan-red) langsung melaporkan. Atas dasar itu kita melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi yang ada,” terang Kapolsek Widodaren, AKP Juwahir.


Menurutnya, sesaat sebelum kejadian korban bersama Arif Handoko tiba di Pasar Walikukun untuk berjualan sayuran menggunakan mobil Mitsubishi T 120 22 nopol AG 8630 VF. Selang beberapa waktu kemudian si korban sudah tidak mendapati mobilnya yang diparkir dipinggir jalan depan pasar dalam keadaan terkunci.


“Dari kejadian itu korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta. Sekarang kita melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk memburu pelaku pencurian. Kemungkinan pelakunya sudah professional,” ungkapnya. (pr)

Wednesday, February 27, 2019

Di Ngawi, Wagub Emil Buka Bimtek Akselerasi Ekspor Menuju Agro Gemilang 2019

Di Ngawi, Wagub Emil Buka Bimtek Akselerasi Ekspor Menuju Agro Gemilang 2019

SiagaNews || Sebagai kunjungan kerja perdana Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil E. Dardak membuka bimtek akselerasi ekspor komoditas pertanian di Ngawi, Rabu, (27/02/2019). Orang nomor dua di Jawa Timur menyebut program Ayo Galakan Ekspor Generasi Milenial Bangsa atau disingkat Agro Gemilang 2019 yang diluncurkan Kementan melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) satu spirit dengan Jatim Agro. 


Alasan satu spirit kata Emil memang pada kenyataanya kesejahteraan petani padi sumbangsih ke sektor pertanian kurang dari seperenam. Padahal yang terjadi di pertanian sesuai fakta lapangan mencapai sepertiga. Tidak salah jika melakukan regenerasi ke sektor pertanian. Caranya pemerintah pusat harus konsisten dengan propinsi maupun kabupaten dalam memfasilitasi tercapainya sektor pertanian berdaya saing ekspor.


"Caranya bagaimana pemerintah mengakslerasikan pembangunan bendungan-bendungan yang akan meningkatkan kapasitas tanam pada sawah maupun lahan basah," terang Emil E. Dardak.


Bicara di Ngawi ungkapnya, peran propinsi terus mendorong ekspor yang harus dilakukan secara merata terhadap pengusaha muda jangan sampai tersentralistik. Dengan alasan itulah Emil mengakui dengan bimtek yang digelar untuk mempersiapkan para petani muda/milenial menghadapi era revolusi industri 4.0 melalui Barantan. Kata Emil, secara spesifik Agro Gemilang untuk mempersiapkan dan mendorong para petani muda untuk memasuki pasar ekspor alias go international.


"Di Jawa Timur ini yang terjun ke petani primer sebesar 35 persen. Dengan dasar itulah generasi milenial lebih berperan dalam ekspor dari hulu ke hilir," terangnya.


Tambahnya, dengan pembekalan ilmu manajemen melalui bimtek bermuara untuk meningkatkan kemampuan pemuda tani berorientasi ekspor dalam pemenuhan persyaratan SPS dilakukan serentak di seluruh Jawa Timur. Kedepanya generasi milenial tidak sebatas berperan sebagai pengusaha ekspor melainkan terlibat langsung pada produksi pertanian. 


"Melalui bimtek yang difasilitasi Barantan akan mengembangkan sistem audit kontektual petani milenial dengan membekali aplikasi tentang sistem ketelusuran komoditas pertanian tersebut dari mulai tanam hingga nanti diekspor ke negara tujuan," urai Emil.


Ditempat yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang pada Agro Gemilang 2019 kali ini daerahnya mengirimkan paket perdana ekspor daun nilam 6 ton ke India yang difasilitasi CV. Alpha Agro Indonesia. Ia meyakini prospek ekspor daun nilam dipasaran internasional sangat terbuka lebar. Nantinya daun nilam yang dihasilkan dari kebun petani kwalitasnya akan diperbaiki sesuai standart internasional. (pr)